Ekonomi & Bisnis
Home » Berita » Sambut Panen Raya Ketiga, Dinas P2KP Turun ke Desa Tunjung, Komitmen Amankan Pangan Daerah

Sambut Panen Raya Ketiga, Dinas P2KP Turun ke Desa Tunjung, Komitmen Amankan Pangan Daerah

Bangkalan,linejatim – Dinas Pertania Perikanan dan Ketahanan Pangan (P2KP) melaksanakan kunjungan ke Desa Tunjung untuk menyaksikan sekaligus berpartisipasi dalam panen raya padi siklus ketiga, Kehadiran dari Dinas ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung upaya petani mencapai ketahanan pangan lokal.

Rombongan Dinas P2KP disambut antusias oleh kelompok tani Desa setempat, Kemudian pada proses selanjutnya bersma-sama melakukan panen dengan mengunakan mesin Combine Harvaster untuk proses pemotongan padi di lahan tersebut.

Dalam hal ini Desa Tunjung berhasil membuktikan mampu melakukan panen padi sebanyak tiga kali dalam setahun, bahkan di tengah musim kemarau, Keberhasilan ini menjadi kunci penting untuk mengukuhkan ketahanan pangan di wilayahnya.

Kepala Bidang Sarpras Dr. CHK Karyadinata Menyatakan bahwa dari total potensi lahan sawah seluas 1.800 hektar, saat ini 1.000 hektar sudah ditargetkan untuk mencapai siklus panen tiga kali.

“Kami sangat bangga. Ketika petani di wilayah lain baru memulai menanam, petani di Tunjung sudah melangsungkan panen raya yang ketiga, Praktik budidaya di musim kemarau yang awalnya diragukan oleh petani, bahkan dianggap hanya bisa dilakukan di Jawa, kini telah kami realisasikan,” ujarnya’.

PEMUDA JAGA BUMI, SELAMATKAN MASA DEPAN: JarNas-PH dan GaMPI Hijaukan DAS Cibanten dengan 1.500 Pohon Kelor.

Kabid Sarpras, atau yang dikenal Bang CHIK, menerangkan bahwa keberhasilan panen tiga kali tersebut didorong oleh dua faktor utama. Pertama, adanya suplai air yang optimal ditambah bantuan alat mesin pompa, yang sekaligus memberikan keyakinan kuat kepada petani bahwa target panen tiga kali setahun dapat dicapai.

Yang kedua, Adalah Ketekunan selain dukungan infrastruktur, ketekunan, kesiapan, serta ketelatenan petani menjadi prasyarat penting, Momentum saat ini sangat bagus bagi petani karena harga jual gabah di lapangan sudah menyentuh Rp7.500. perkilo
Setelah masalah irigasi teratasi, rintangan utama yang dihadapi adalah gangguan hama, terutama burung dan tikus. Petani wajib menguasai teknik mitigasi hama, seperti menggunakan jaring, terompet, atau alat pengusir bunyi-bunyian untuk mengantisipasi serangan unggas.”tambanya.

Dirinya juga menyoroti pentingnya kualitas hasil panen. Saat ini, produktivitas petani berada di angka 5,5 persen, dan peningkatan hingga 6,0 persen sudah tergolong pencapaian yang sangat bagus, Kami berharap kepada petani untuk memegang teguh prinsip menghindari penanaman kembali benih hasil panen yang telah lalu karena benih tersebut kurang baik, yang berakibat pada penurunan kualitas benih,” tambahnya.

Dinas P2KP Bangkalan menganjurkan kepada petani terkiat penggunaan benih unggul terbaru dan berjanji akan menyuplai pupuk subsidi yang berkualitas agar hasil panen maksimal.

Menemukan Kedamaian di Tengah Kota, Cafe Joker 2 Resmi Hadir di Bangkalan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *