Bangkalan, linejatim – Pemerintah Kabupaten Bangkalan kini tengah serius memperketat pengawasan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Langkah ini diambil untuk memastikan anggaran pendidikan tersebut dikelola secara transparan dan benar-benar sampai ke sasaran tanpa ada penyimpangan.
Isu krusial ini menjadi pembahasan utama dalam seminar pendidikan yang diinisiasi oleh Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (Pejalan) di Kecamatan Arosbaya. Dengan mengusung tema “Penguatan Tata Kelola Dana BOS SDN yang Transparan, Akuntabel, dan Bebas Penyimpangan”, pada 07/04/2026.
Ketua Pejalan, Syaiful Anam, menegaskan bahwa pengawasan dana BOS tidak bisa dilakukan sendirian. Menurutnya, keberhasilan pendidikan di tingkat lokal sangat bergantung pada sinergi antara Dinas Pendidikan, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa.
”Sinergi antara semua pihak, termasuk aparat pengawas dan penegak hukum, adalah penentu keberhasilan program pendidikan kita,” ujar Syaiful.
Dirinya juga mengingatkan bahwa meski Kepala Sekolah memiliki wewenang penuh sebagai pelaksana program, mereka tetap membutuhkan kontrol agar tidak melangkah sendirian. Di sisi lain, masyarakat dan pemerintah desa diharapkan ikut menjaga transparansi tanpa harus mengintervensi kewenangan sekolah.
Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan memberikan jempol atas terselenggaranya seminar ini. Ali Yusri Purnomo. yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan, menyampaikan apresiasinya kepada Pejalan serta pihak Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Bangkalan yang hadir sebagai pemateri.
Tak lupa, kehadiran seluruh Kepala Sekolah dasar se-Kecamatan Arosbaya dalam acara tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen kuat para pendidik untuk memperbaiki tata kelola keuangan sekolah.
Acara yang dipandu oleh Nurul Rahman ini berlangsung cukup interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai tantangan di lapangan dalam mengelola dana BOS termasuk perencanaan dan pelaporan anggran keuangan.
Dirinya berharap kualitas pendidikan di Bangkalan terus meningkat sesuai dengan program pemerintah pusat dalam kepemimpinannya presiden Pabowo-Gibran, yaitu menyambut Indonesia emas pada tahun 2045 yang tertera dalam Asta Cita ke-4.
”Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.”


Comment