BANGKALAN, linejatim – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bangkalan mengawal pelatihan penyusunan laporan keuangan BUMDes berbasis digital di Kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM).
Langkah ini diambil sebagai bentuk pengawasan sekaligus upaya memperkuat tata kelola ekonomi desa yang akuntabel, Kegiatan ini berlangsung di Gedung RKB H FEB UTM, dengan tajuk “Digitalisasi Keuangan BUMDes: Pelatihan Komprehensif Penggunaan Aplikasi Sederhana”. Pada Rabu (24/12/2025).
Kegiatan ini dihadiri dari berbagai narasumber yang memiliki keahlian di bidangnya masing- masing diantaranya Dekan FEB UTM, jajaran Dosen, serta Tenaga Ahli dari lingkungan kampus untuk memberikan bimbingan teknis langsung kepada para pengurus BUMDes.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Bangkalan Melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Hery Lianto Putra menyampaikan bahwa agenda strategis ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan akademisi dalam hal ini adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura.
Dalam kesempatan yang sama pria yang di kenal dengan sapaan Bang Erick itu menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan keuangan desa, Dirinya berharap seluruh BUMDes di Bangkalan mampu mengelola dan melaporkan keuangan secara transparan, akuntabel, Sesuai dengan ketentuan dan Perundang – Undangan yang ada.
Untuk mencapai target tersebut, para pengurus BUMDes didorong untuk melek teknologi dengan memanfaatkan aplikasi pelaporan keuangan yang telah disiapkan oleh BPKP Jatim dan pihak Kampus UTM.”tambahnya”.
Saat ini, diversifikasi usaha BUMDes di Bangkalan telah mencakup berbagai sektor, mulai dari pertanian hidroponik, peternakan, perikanan, hingga pengelolaan sampah dan Desa wisata serta pembinaan lainnya.
Selain soal teknis laporan, Kabid PMD juga membawa kabar baik mengenai aspek hukum. Saat ini, seluruh BUMDes di Kabupaten Bangkalan telah resmi berbadan hukum, sehingga memiliki kepastian hukum yang kuat dalam menjalankan usahanya.
”Dengan BUMDes yang aktif, inovatif, dan kreatif, diharapkan mampu meningkatkan perekonomian desa, memberikan kontribusi nyata bagi PAD (Pendapatan Asli Desa), dan pada akhirnya mampu menyejahterakan masyarakat desa secara luas,” pungkasnya. (NR)


Comment
Oke