BANGKALAN, linejatim – Kasus dugaan pencabulan yang menyeret seorang oknum “Lora” (putra kiai/tokoh agama) terhadap puluhan santri di sebuah pondok pesantren di wilayah Galis, Bangkalan, kini menjadi sorotan tajam publik.
Peristiwa ini bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan sebuah pengkhianatan terhadap amanah pendidikan dan moralitas agama khususnya di kabupaten Bangkalan yang di kenal dengan kota dzikir dan sholawat.
Sosok Lora dalam kultur pesantren menempati posisi yang sangat dihormati, Mereka dipandang sebagai pewaris ilmu Suci, penuntun akhlak, dan orang tua bagi para santri. Namun, dalam kasus ini, oknum Lora tersebut diduga justru memanfaatkan kedudukan yang dimilki untuk mengelabui anak didiknya sebagai objek pemuas nafsu belaka.
Informasi sementara bahwa korban tidak jauh dari tempat pondok pesantren tersebut diantaranya berasal dari wilayah Rembeh, Tanjung, Juanak, Parebben, dan Longkek. 1/12/2025.
Kasus ini meledak di media sosial bermacam komentar pun juga disampaikan karena kemarahan masyarakat yang merasa kepercayaan mereka terhadap lembaga pendidikan telah dikhianati.
Hingga berita ini diterbitkan, Polsek kecamatan Galis maupun pihak yayasan pondok pesantren belum ada keterangan secara resmi terkait kasus tersebut.


Comment