Jawa Timur
Home / Jawa Timur / Tangkal Hoaks dan Jaga Stabilitas Sosial, Sekjen Pemuda Muslimin Indonesia Serukan Kader Jadi Filter Informasi

Tangkal Hoaks dan Jaga Stabilitas Sosial, Sekjen Pemuda Muslimin Indonesia Serukan Kader Jadi Filter Informasi

JAKARTA, Linejatim – Menghadapi derasnya arus informasi di tengah dinamika global dan nasional yang bergerak cepat, Sekretaris Jenderal Pemuda Muslimin Indonesia, Hadi Prestasi, ST., MSI., mengeluarkan instruksi penting. Dirinya secara tegas menyerukan kepada seluruh Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang di berbagai daerah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hoaks, provokasi, serta propaganda yang berpotensi merusak stabilitas sosial dan persatuan bangsa,(10/08/2026).

​Menurut Hadi, percepatan teknologi informasi saat ini membuat disinformasi menyebar dalam hitungan detik. Oleh karena itu, ia menekankan agar para kader tidak ikut menjadi bagian dari rantai penyebaran informasi palsu, melainkan tampil sebagai filter yang handal di tengah masyarakat.

​Dalam keterangannya, Hadi mengingatkan pentingnya sikap kritis dan objektif dalam menyaring setiap kabar yang beredar. Ia mengajak masyarakat, khususnya para kader, untuk senantiasa menerapkan prinsip tabayyun (cek dan ricek).

​“Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Setiap informasi harus disikapi dengan tabayyun, diperiksa sumbernya, dan dilihat secara objektif sebelum dipercaya maupun disebarluaskan,” ujar Hadi.

​Lebih lanjut, ia menilai bahwa organisasi kepemudaan memikul tanggung jawab moral yang besar untuk membangun budaya berpikir yang sehat. Peran ini dinilai krusial, terutama ketika publik dihadapkan pada isu-isu sensitif yang rentan memicu keresahan.

Berjiwa Merangkul dan Sukseskan Kaderisasi, PAC GP Ansor Kota Bangkalan Beri Apresiasi kinerja Ra Zain

​Hadi juga berpesan agar seluruh jajaran pimpinan di daerah mampu hadir sebagai peneduh di tengah dinamika sosial. Setiap permasalahan diimbau untuk tidak disikapi dengan emosi, melainkan melalui analisis jernih berbasis fakta serta mempertimbangkan dampak luas bagi masyarakat.

​Ia mengingatkan bahwa perbedaan pandangan di ruang publik adalah hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh mengorbankan akal sehat, ikatan persaudaraan, dan kepentingan bangsa.

​“Kita harus mampu menghadirkan narasi yang positif, objektif dan mencerdaskan. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut membuat kita kehilangan akal sehat, persaudaraan, dan kepentingan bangsa,” tegasnya.

​Melalui instruksi ini, seluruh jajaran Pimpinan Wilayah dan Cabang diharapkan memperkuat komunikasi dengan masyarakat serta aktif memberikan edukasi yang mencerahkan demi menjaga suasana yang aman dan kondusif. Di tengah situasi politik nasional dan global yang dinamis, Pemuda Muslimin Indonesia berkomitmen untuk terus menjadi kekuatan penyeimbang sekaligus penjaga rasionalitas publik.

​Sebagai penutup, Hadi menitipkan pesan pengingat bagi seluruh kader agar senantiasa mengedepankan kejernihan berpikir di era digital ini.

Mahfud MD Tanggapi Istilah “Londo Ireng”, Tegaskan Kritik Bukan Bentuk Pengkhianatan

​“Jangan menjadi pengeras suara dari informasi yang belum tentu benar. Jadilah orang yang memeriksa, memahami, kemudian memberikan penjelasan yang menenangkan dan mencerdaskan. Bangsa ini membutuhkan lebih banyak orang yang berpikir jernih daripada orang yang mudah terpancing,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *