Surabaya Raya
Home » Berita » Subandi Tuding ‘Ambisi Rebut Takhta’, Wakil Bupati Mimik Idayana Menyerang Balik: ‘Saya Hanya Ban Serep!’

Subandi Tuding ‘Ambisi Rebut Takhta’, Wakil Bupati Mimik Idayana Menyerang Balik: ‘Saya Hanya Ban Serep!’

Sidoarjo, linejatim – Bola panas politik yang dilempar Bupati Sidoarjo, Subandi, mengenai pihak yang disebutnya berambisi merebut kekuasaan, langsung memicu konfrontasi terbuka dengan pasangannya, Wakil Bupati Mimik Idayana. Isyarat yang dilontarkan Subandi dinilai sejumlah kalangan langsung mengarah kepada Mimik, mengingat riwayat perseteruan keduanya, terutama soal kebijakan mutasi pejabat yang sempat diadukan Mimik ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

​Pernyataan Subandi yang menuding adanya ambisi menjadi bupati tak pelak memantik reaksi keras dari Mimik Idayana. Mimik mengaku sangat tersinggung dan kecewa atas ucapan Bupati yang secara implisit menargetkan dirinya.

​”Saya sangat keberatan dengan statement Pak Bupati,” tegas Mimik di Sidoarjo pada Jumat (7/11/2025). “Sejak awal saya mendampingi beliau, saya istikharah karena komitmen kami adalah maju bersama tanpa kepentingan pribadi. Jadi kalau sekarang beliau menyebut ada ambisi ingin jadi bupati, itu tuduhan yang tidak benar,” tandasnya.

​Mimik dengan tegas membantah adanya hasrat pribadinya untuk menduduki kursi orang nomor satu di Sidoarjo.
​”Saya cukup W2 (Wakil Bupati) saja. Jadi Wakil Bupati ini sudah sangat menguras tenaga dan pikiran,” ungkapnya”.

Dirinya menekankan bahwa komitmen utamanya adalah menjalankan amanah rakyat, turun langsung ke masyarakat, dan memastikan program pembangunan berjalan.

Cemburu Karena Perselingkuhan, Penjual Pentol di Bangkalan Dibacok Tetangga Kos

​Kekecewaan Mimik tidak hanya terbatas pada tudingan ambisi. Ia juga mengungkapkan rasa terisolasi dalam menjalankan tugasnya selama delapan bulan terakhir. Menurutnya, meskipun ia selalu berupaya menjalankan fungsi pengawasan secara tertib dan transparan, ia tidak pernah dilibatkan dalam musyawarah atau pengambilan kebijakan.
​”Semua bisa dicek, mulai dari tanggal, jam, sampai hasilnya. Tapi selama ini saya tidak pernah diajak musyawarah atau dilibatkan dalam pengambilan kebijakan. Ibaratnya saya ini ban serep, cuma awak ambek sikil tok (badan sama kaki saja),” tutur Mimik dengan nada getir.

​Ia menambahkan bahwa kepercayaan yang dibangun saat mencalonkan diri bersama Subandi telah pudar. “Beliau dulu bilang sudah selesai dengan urusan pribadinya, dan kami sama-sama bertekad membangun Sidoarjo lebih baik. Tapi kenyataannya setelah dilantik, saya merasa tidak lagi diajak berkomunikasi dan banyak kebijakan tidak transparan,” katanya.

​Meskipun terjadi keretakan hubungan di pucuk pimpinan, Mimik menegaskan bahwa ia akan tetap tegak menjalankan kewenangan Wakil Bupati sesuai aturan.
​”Saya tetap fokus bekerja untuk masyarakat. Saya ingin membuktikan bahwa loyalitas saya bukan kepada individu, tapi kepada amanah rakyat,” pungkas Mimik, menegaskan posisinya di tengah pusaran konflik politik ini.

Sumber : detikjatim

ASB Hadiri Audensi di Mapolres KP3 Terkait Laporan Penyalahgunaan Wewenang Oknum Polisi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *