Surabaya Raya
Home » Berita » TEGANG! Di Tengah Ancaman Pemakzulan, Gus Yahya Tampil di Surabaya, Abaikan Desakan Mundur Tiga Hari

TEGANG! Di Tengah Ancaman Pemakzulan, Gus Yahya Tampil di Surabaya, Abaikan Desakan Mundur Tiga Hari

SURABAYA, linrjatim – Drama internal Nahdlatul Ulama (NU) mencapai titik didihnya. Di tengah badai isu pemakzulan yang menuntutnya mundur, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) memilih menghadapi situasi dengan hadir langsung di Rapat Koordinasi PWNU se-Indonesia, Surabaya, Sabtu malam (22/11/2025).

Kehadiran Gus Yahya terasa lebih dari sekadar agenda biasa hal itu menunjukkan ketenangan dan komitmennya dalam menjalankan tugas organisasi, sekaligus menepis berbagai spekulasi publik terkait dinamika internal PB NU yang beredar.

Agenda yang  Penuh dengan Sorotan tersebut terlihat para Ketua PWNU dari berbagai daerah berangsur datang sementara suasana di luar ruangan tegang diman awak media berkerumun menanti respons resmi dari pengurus besar organisasi Islam terbesar di Indonesia ini,

Tepat pukul 19.35 WIB, Gus Yahya tiba dan seketika menjadi pusat perhatian usai bersalaman, ia buru-buru menuju ruang makan sebelum rapat vital dimulai.

Ditanya mengenai isu yang mengancam posisinya, Gus Yahya memilih bersikap dingin, Ia menegaskan agenda malam itu hanya berfokus pada “silaturahmi, koordinasi pengurus organisasi.”

ASB Hadiri Audensi di Mapolres KP3 Terkait Laporan Penyalahgunaan Wewenang Oknum Polisi

Ketika tanya oleh pewarta terkait mengenai surat yang menuntut ia lengser, Gus Yahya merespons dengan jawaban yang menyimpan misteri.

“Saya sendiri belum terima, Tetapi lihat nanti apakah ada yang dipersiapkan, Tunggu informasinya ya,” ujarnya singkat, seolah memberikan isyarat bahwa ia siap menghadapi segala kemungkinan.

Kabar mengenai pemakzulan menguat setelah bocornya dokumen krusial, Surat Keputusan Harian Syuriah PBNU bertanggal Kamis (20/11/25). Ditandatangani oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, surat itu memuat ultimatum keras.

Poin paling mencolok adalah permintaan agar Gus Yahya meletakkan jabatan Ketua Umum PBNU dalam waktu tiga hari. Jika perintah tersebut diabaikan, Syuriah PBNU mengancam akan mengambil langkah tegas dengan pemberhentian secara resmi.

Sementara itu PBNU yang dinahkodai Gus Yahya belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai tindak lanjut surat tersebut, hal ini memicu spekukasi berbeda-beda  di kalangan Nahdliyin.

Perhatian untuk Generasi Muda, Lita Machfud Arifin Bantu Fasilitas Olahraga SMA Amanatul Ummah

Sementara para kader dan pengurus wilayah NU yang hadir memilih tidak memberi komentar papaun mereka langsung mengikuti rapat Koordinasi PWNU secara tertutup Hal ini menjadi penanda bahwa roda organisasi akan terus berputar, meskipun di bawah bayang-bayang ancaman pemakzulan yang kian mendekat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *