Jawa Timur
Home » Berita » Lebaran Hijau: Memaknai Kembali Fitrah Melalui Kesalehan Ekologis

Lebaran Hijau: Memaknai Kembali Fitrah Melalui Kesalehan Ekologis

Oleh: Letkol. Inf (Purn). G. Borlak, S.Sos, M.M.
Ketua Umum Jarnas Pemuda Hijau indonesia

Gema takbir yang berkumandang mengiringi perayaan Idul Fitri bukan sekadar penanda berakhirnya bulan suci Ramadan, melainkan sebuah proklamasi kemenangan spiritual. Jutaan masyarakat Indonesia merayakannya dengan ritual mudik, merajut kembali tali silaturahmi yang mungkin sempat renggang oleh jarak dan waktu. Dalam kacamata sosial, Lebaran adalah momentum katarsis massal untuk saling memaafkan dan kembali kepada fitrah atau kesucian jiwa.

Namun, di tengah gegap gempita perayaan dan pergerakan jutaan manusia, ada satu dimensi yang kerap terabaikan dalam pemaknaan fitrah: hubungan kita dengan alam.

Secara konseptual, ajaran agama tidak hanya menekankan keseimbangan hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta dan hubungan antar manusia, tetapi juga hubungan manusia dengan alam semesta. Sayangnya, realitas di lapangan sering kali menunjukkan anomali. Momentum Lebaran kerap diiringi dengan lonjakan tingkat konsumsi yang bermuara pada peningkatan volume sampah secara drastis—baik sampah plastik dari sisa perjalanan mudik, kemasan parsel, hingga limbah sisa makanan (food waste).
Jika fitrah didefinisikan sebagai keadaan yang bersih dan suci, mungkinkah kita mencapai kesucian paripurna apabila perayaan kita justru meninggalkan jejak kerusakan dan polusi bagi bumi?

Di sinilah pentingnya kita membangkitkan kesadaran akan “Kesalehan Ekologis”. Kesalehan ini menuntut kita untuk menerjemahkan nilai-nilai spiritualitas ke dalam tindakan nyata yang berwawasan lingkungan. Sebagai bangsa yang besar, ketahanan nasional kita tidak hanya diukur dari kekuatan ekonomi atau militer, tetapi juga dari ketahanan ekologis. Krisis iklim, degradasi lahan, dan kerusakan daerah aliran sungai adalah ancaman nyata yang mengintai masa depan generasi penerus.

THE MOST KUA Kalianget: Program Pra Nikah BRUS di SMK Negeri 1 KaliangetKabupaten Sumenep

Melalui Jaringan Nasional (Jarnas) Pemuda Hijau, kami terus mendorong agar momentum hari besar keagamaan maupun hari libur nasional ditransformasikan menjadi gerakan cinta lingkungan. Kita bisa memulai “Lebaran Hijau” dari langkah-langkah yang paling sederhana namun berdampak masif jika dilakukan secara kolektif.

Pertama, menerapkan prinsip bijak berkonsumsi selama masa perayaan. Menyajikan hidangan secukupnya untuk meminimalisasi sampah makanan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat bepergian dan bersilaturahmi.

Kedua, menjadikan pelestarian alam sebagai budaya baru dalam bersilaturahmi. Bayangkan jika tradisi berkumpul bersama keluarga di kampung halaman diiringi dengan aksi nyata menanam pohon di lingkungan sekitar. Satu bibit pohon yang ditanam dan dirawat oleh setiap keluarga saat Lebaran tidak hanya akan menghijaukan kembali bumi Nusantara, tetapi juga menjadi amal jariyah yang menyerap karbon dan menyediakan oksigen bagi anak cucu kita kelak.

Ketiga, memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan. Pemuda adalah pewaris masa depan bumi. Di tangan pemuda yang memiliki literasi dan kepekaan ekologis yang tinggi, kelestarian alam Indonesia dapat terjaga. Organisasi kepemudaan dan komunitas di tingkat akar rumput harus mengambil peran proaktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga harmoni dengan alam pasca-Ramadan.

Pada akhirnya, kemenangan Idul Fitri harus termanifestasi dalam seluruh aspek kehidupan kita. Hati yang kembali bersih harus tercermin pada lingkungan yang juga bersih dan asri. Mari kita jadikan Lebaran tahun ini tidak sekadar ritual perayaan tahunan, tetapi sebagai titik tolak untuk mengevaluasi diri dan berkomitmen menjadi khalifah di bumi yang senantiasa menjaga keseimbangan alam.

Ramadhan Penuh Berkah: KUA Kalianget Gaungkan MOST untuk Keluarga Sakinah yang Berdaya

Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin. Mari kita rawat fitrah jiwa kita dengan turut merawat fitrah bumi tempat kita berpijak. Salam jarnas PH.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *