Madura
Home » Berita » Preteli Besi Jembatan Suramadu, 7 Nelayan Ditangkap Saat Beraksi Dini Hari

Preteli Besi Jembatan Suramadu, 7 Nelayan Ditangkap Saat Beraksi Dini Hari

BANGKALAN, linejatim – Aksi pencurian material vital di Jembatan Suramadu kembali terjadi. Kali ini, Satpolairud Polres Bangkalan berhasil meringkus tujuh orang nelayan yang kedapatan mencuri besi antikarat pelindung tiang pancang jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Madura tersebut.

​Kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas perahu di bawah jembatan pada jam yang tidak wajar. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung bergerak ke lokasi pada Minggu (15/3/2026) dini hari.

​Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menjelaskan bahwa para pelaku sempat mencoba melarikan diri saat menyadari kedatangan petugas.

​”Masyarakat melaporkan aktivitas perahu nelayan sekitar jam 3 dini hari di bawah jembatan Suramadu. Sempat terjadi aksi pengejaran sebelum akhirnya petugas berhasil menghentikan perahu pelaku,” ujar Agung.

Identitas Pelaku dan Barang Bukti ​dari tujuh orang yang diamankan, diketahui mayoritas pelaku berasal dari luar wilayah Bangkalan. Berikut rinciannya: ​Warga Kabupaten Gresik: A (26), MS (34), F (30), B (33), dan HT (32). ​Warga Kabupaten Bangkalan: M (42) dan AR (42).

Menatap Porprov 2027: KONI Bangkalan Andalkan Kualitas SDM Atlet

​Dalam penggeledahan di atas perahu, polisi menemukan barang bukti berupa empat balok besi antikarat. Masing-masing balok memiliki berat mencapai 120 kilogram. Selain itu, petugas menyita peralatan teknis yang diduga digunakan untuk mempreteli komponen jembatan, antara lain:

​Satu unit perahu bermesin. ​Satu unit crane kapasitas 5 kuintal. ​Satu set kompresor. ​Lima unit telepon genggam.

​Saat ini, ketujuh pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Dermaga Satpolairud Polres Bangkalan. Kasus ini kini ditangani oleh Unit Reskrim Polres Bangkalan untuk pendalaman lebih lanjut.

​Polisi tidak menutup kemungkinan adanya jaringan penadah atau keterlibatan pihak lain dalam aksi pencurian material infrastruktur negara ini.

“Petugas tengah melakukan pengembangan. Kasus ini masih dalam tahap penyidikan,” tutup Ipda Agung.

Kendalikan Harga Jelang Lebaran, Pemkab Bangkalan Gelar Pasar Murah

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *