Jawa Timur
Home » Berita » Ketua DPRD Bangkalan Minta Satgas MBG Perketat Pengawasan

Ketua DPRD Bangkalan Minta Satgas MBG Perketat Pengawasan

Bangkalan, Linejatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, terus berkembang pesat. Berdasarkan data terbaru, saat ini sudah ada 107 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi, sementara 70 dapur lainnya masih dalam proses pembangunan.

Ketua DPRD Bangkalan, Deddy Yusuf menjelaskan bahwa akselerasi realisasi program MBG ini harus diimbangi dengan pendampingan dan pengawasan yang ketat. Langkah tersebut penting agar program nasional ini tepat sasaran dan linier dengan harapan Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Semakin banyak dapur SPPG yang berdiri, maka fungsi pengawasan oleh pemerintah daerah juga harus semakin diperketat,” tegas Deddy, Rabu, 20 Mei 2026.

Deddy mengungkapkan, sejauh ini pihaknya telah menerima beragam laporan miring dari masyarakat mengenai adanya indikasi kecurangan di lapangan. Beberapa permasalahan krusial yang jamak ditemui di antaranya menyangkut upah pegawai yang tidak sesuai, sistem pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapur yang belum jelas, hingga banyaknya menu hidangan yang dinilai tidak sesuai dengan standar kecukupan gizi anak.

“Menyikapi hal itu, kami akan segera meminta Satgas MBG tingkat kabupaten untuk meningkatkan intensitas pengawasan langsung, baik ke titik penerima manfaat maupun ke internal manajemen SPPG,” ulasnya.

Pemkab Bangkalan Gelar Pelatihan Kerja Gratis, 112 Peserta Lolos Seleksi

Politisi ini menambahkan, kesuksesan program MBG memerlukan sinergi dan dukungan penuh dari berbagai lini demi tercapainya target utama, yakni pemenuhan gizi seimbang untuk tumbuh kembang anak serta menekan angka stunting di daerah.

“Kami di legislatif juga berkomitmen untuk mendukung penuh program ini lewat instrumen yang kami miliki, utamanya dalam hal fungsi kontrol dan pengawasan berkala,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *