Madura
Home » Berita » Presiden JI-POL Pastikan Forum Diskusi Ngaji Politik Jadi Wadah dialektika yang ilmiah dan akademis

Presiden JI-POL Pastikan Forum Diskusi Ngaji Politik Jadi Wadah dialektika yang ilmiah dan akademis

Bangkalan, limejatim– Polemik atas terselenggaranya forum diskusi “Ngaji Politik” yang digelar oleh komunitas Ji-Pol (Ngaji Politik) terus bergulir di ruang publik. Sejumlah pihak menuding forum tersebut memuat unsur penghinaan terhadap institusi tertentu. Menanggapi hal itu, Presiden Ji-Pol Oktavian Ismail Johansyah memberikan klarifikasi tegas bahwa kegiatan tersebut murni forum ilmiah dan ruang dialektika akademik.(01/03/2026)

Dalam keterangannya, Presiden Ji-Pol Vian sapaan akrabnya menyampaikan bahwa “Ngaji Politik” sejak awal dirancang sebagai ruang diskusi terbuka berbasis kajian, argumentasi ilmiah, dan tradisi intelektual. Ia menegaskan tidak ada niat maupun substansi yang mengarah pada penghinaan terhadap institusi mana pun.

“Forum ini berdiri di atas semangat akademik. Kritik yang disampaikan merupakan bagian dari tradisi keilmuan dan demokrasi, bukan serangan personal atau pelecehan terhadap institusi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti beredarnya potongan video dan kutipan pernyataan yang dinilai tidak utuh. Menurutnya, pemahaman yang parsial berpotensi menimbulkan bias dan persepsi negatif di tengah masyarakat. Karena itu, ia mengimbau publik untuk melihat keseluruhan isi diskusi sebelum menarik kesimpulan.

“Penting untuk menyimak diskusi secara utuh, tidak terpotong-potong. Ketika pernyataan dipisahkan dari konteksnya, makna bisa bergeser dan memicu kesalahpahaman,” tambahnya.

Menatap Porprov 2027: KONI Bangkalan Andalkan Kualitas SDM Atlet

Lebih lanjut, Presiden Ji-Pol menekankan bahwa forum diskusi transdisipliner seperti “Ngaji Politik” justru bertujuan memperkaya wawasan publik dan membangun budaya dialog yang sehat. Ia berharap perbedaan pandangan dapat disikapi secara dewasa dalam kerangka demokrasi yang menjunjung kebebasan berpikir dan bertukar gagasan.

Pihak Ji-Pol juga membuka ruang dialog bagi pihak-pihak yang merasa keberatan, sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan tanggung jawab moral dalam setiap kegiatan intelektual yang diselenggarakan.

Dengan klarifikasi tersebut, Ji-Pol berharap polemik dapat diluruskan secara proporsional dan masyarakat dapat menilai forum tersebut berdasarkan substansi utuh, bukan potongan narasi yang beredar di media sosial.

Kendalikan Harga Jelang Lebaran, Pemkab Bangkalan Gelar Pasar Murah

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *