Surabaya, linejatim – Dewan Pimpinan Daerah DPD Partai Hati Nurani Rakyat HANURA Jawa Timur melaksanakan Musyawarah Cabang MUSCAB serentak dimulai pada gelombang I yaitu DPC Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Sidoarjo pada hari Senin (03/11/2025).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor DPD Hanura Jawa Timur sebagai tindak lanjut arahan Ketua Umum DPP Partai Hanura untuk segera menuntaskan konsolidasi dan melengkapi struktur partai hingga tingkat ranting.
Ketua DPD Partai Hanura Jawa Timur, Dr. Ir. Sumarzen Marzuki, M.MT, menegaskan bahwa pelaksanaan Muscab ini merupakan bagian dari pakta integritas dan komitmen kepengurusan DPD Jatim dalam mematuhi instruksi Dewan Pimpinan Pusat.
”Kita, DPD Hanura Jatim punya deadline yang harus dijalankan. Sesuai arahan dan instruksi DPP, paling lambat 31 Oktober 2025, Seluruh DPC Jawa timur harus melaksanakan Muscab, “ungkap Marzuki saat memberikan sambutan Pembukaan Muscab IV DPC Hanura Kota Surabaya”.03/11/2025.
Dirinya juga menjelaskan, DPD Partai HANURA Jatim telah mengajukan 15 DPC untuk menggelar Muscab melalui Tim Teknis. DPP Partai Hanura kemudian memberikan persetujuan gelombang pertama kepada tiga daerah.
”Yang disetujui untuk Muscab gelombang pertama ada tiga daerah: Kota Surabaya, Sidoarjo, dan Kota Pasuruan, Alhamdulillah bisa dilaksanakan di Kantor DPD Hanura Jawa Timur, dan sesuai Peraturan Organisasi (PO) ini diperbolehkan asalkan waktunya berbeda,” tambahnya.
Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Partai Hanura Jatim, Muhdor Ali, menekankan bahwa Muscab kali ini menjadi momen krusial untuk menghadapi tantangan Pemilu 2029. Misi utama yang diemban adalah merebut kembali suara dan kursi di masing-masing daerah.
Momen Muscab ini merupakan hari istimewa yang patut kita syukuri, sebab para tokoh akan menyumbangkan gagasan terbaik demi peningkatan elektoral Partai Hanura di Kota Surabaya, Kota Pasuruan, dan Sidoarjo. DPP tentu akan memilih dan memilah sosok yang paling pantas memegang kendali di daerah tersebut,” jelas politisi muda tersebut.
Gus Muhdor, Sekaligus ketua Tim Teknis Pendamping Muscab T2PM, menambahkan bahwa amanah dari DPP Ketua Umum Oesman Sapta dan Ketua DPD Jatim sangat jelas.
”Bahwa akhir November 2025 ini seluruh daerah sudah menjalani Muscab dengan target menyelesaikan seluruh struktural kepengurusan disesuai dengan deadline yang sudah ditentukan”imbuhnya”.
Ketua DPC terpilih diwajibkan segera menyusun kepengurusan mulai dari tingkat PAC (Pimpinan Anak Cabang) hingga Ranting (desa). Hal ini mendesak karena visi dan misi seluruh kader Hanura Jatim untuk Pemilu 2029 sudah ditetapkan: 5 kursi DPRD Provinsi dan 62 kursi DPRD Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.
Sementara Data dari T2PM menunjukkan bahwa ketiga daerah yang telah Muscab hari ini memiliki karakteristik dan perolehan suara yang berbeda dalam setiap Pemilihan Umum Pemilu. Secara historis, Partai Hanura Kota Surabaya meraih 3 kursi pada Pemilu 2014, namun kosong pada 2019 dan 2024. Sementara itu, Kota Pasuruan mendapatkan 3 kursi pada 2019, tetapi juga kosong pada 2024. Untuk Sidoarjo, perolehan kursi tercatat 3 kursi pada 2009 dan 2 kursi pada 2014.


Comment