Pendidikan
Home » Berita » Gus Yahya Lepas Napak Tilas Isyaroh NU: Pertegas Akar Sejarah Bangkalan Jombang

Gus Yahya Lepas Napak Tilas Isyaroh NU: Pertegas Akar Sejarah Bangkalan Jombang

BANGKALAN, linejatim – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, secara resmi melepas ribuan peserta Napak Tilas Isyaroh Pendirian Nahdlatul Ulama (NU), Minggu (4/1/2026). Kegiatan ini mengambil titik awal di Pondok Pesantren Syaichona Kholil, Bangkalan, Madura, menuju destinasi akhir Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

​Agenda ini diselenggarakan sebagai upaya strategis warga Nahdliyin dalam merawat memori kolektif terkait sejarah berdirinya NU. Perjalanan tersebut merepresentasikan napak tilas spiritual dan historis antara Syaichona Kholil Bangkalan dengan muridnya, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, yang merupakan tokoh sentral pendiri organisasi tersebut.

​Dalam pidato pelepasannya, pria yang akrab disapa Gus Yahya tersebut menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aktivitas fisik berjalan kaki, melainkan sebuah perjalanan batin. Tujuannya adalah menyambungkan kembali nilai-nilai masa lalu dengan visi masa depan organisasi.

​”Ingatan kolektif terhadap perjuangan para pendiri NU harus terus dirawat agar warga Nahdliyin tidak tercerabut dari akar nilai keulamaan,” ujar Gus Yahya.

Dalam kesempatan yang sama dirinya juga menambahkan bahwa eksistensi NU selama ini berdiri kokoh di atas landasan keikhlasan, sanad keilmuan, dan keberkahan para ulama.

Wisuda ke-17 LPI Miftahul Ulum Dangbiqih: Mencetak Generasi Qur’ani yang Teguh di Era Global

​Berdasarkan data panitia, tercatat sekitar seribu peserta mengikuti kegiatan ini, Mereka berasal dari berbagai elemen, mulai dari kalangan santri, pengurus struktural NU, badan otonom (Banom), hingga masyarakat umum.

Para peserta akan menempuh perjalanan sekitar 25 kilometer menyusuri titik-titik bersejarah perjuangan kiai NU, yang dirangkaikan dengan kegiatan religi seperti doa bersama, pembacaan shalawat, serta pengajian kebangsaan di sepanjang rute.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua PCNU Bangkalan, KH Muhammad Makki Nasir, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini. Ia menilai napak tilas tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat ikatan historis dan spiritual antara Madura dan Jombang, dua wilayah yang memiliki peran fundamental dalam lahirnya NU.

​”Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda NU agar memahami peran sentral para ulama dalam membangun jam’iyah ini,” pungkas Kiai Makki.

#NR

Bupati Bangkalan Apresiasi JI-POL, Sentil Aktivis yang “Latah” Tanpa Kajian Mendalam

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *