Pendidikan
Home » Berita » Klarifikasi Resmi Pesantren Nurul Karomah Bangkalan Pasca Kasus Dugaan Asusila

Klarifikasi Resmi Pesantren Nurul Karomah Bangkalan Pasca Kasus Dugaan Asusila

Oplus_131072

Bangkalan, linejatim – Pasca viralnya kasus dugaan asusila yang melibatkan putra seorang kiai Pondok Pesantren Nurul Karomah Paterongan, Galis, Bangkalan, pihak pesantren secara resmi mengeluarkan Klarifikasi Tertulis pada tanggal 02/12/2025.

​Langkah ini diambil menyusul tingginya algoritma media sosial yang terus menimbulkan komentar negatif terhadap dugaan kasus asusila yang terduga pelaku utamanya adalah “Lora” atau putra kiai di pondok tersebut.

​Guna menanggapi simpang siur informasi yang berpotensi merusak nama baik lembaga, Pondok Pesantren Nurul Karomah menyampaikan beberapa poin penting dalam keterangannya termasuk
​Keprihatinan dan Penyesalan Mendalam serta menerangkan bahwa pihak yang bersangkutan (terduga pelaku) saat ini tidak lagi berada di lingkungan pesantren dan seluruh aksesnya telah ditutup.

​Pihak Pondok Pesantren menegaskan tidak melindungi siapa pun dan menyatakan menghormati serta mendukung penuh proses hukum yang saat ini sedang berjalan di Polda Jawa Timur.

Mereka juga siap bersikap kooperatif dan membuka akses informasi yang dibutuhkan oleh aparat penegak hukum juga kepada pihak lain yang berwenang.

Wisuda ke-17 LPI Miftahul Ulum Dangbiqih: Mencetak Generasi Qur’ani yang Teguh di Era Global

​sementara itu pondok pesantren lebih pembenahan sistem internal agar tidak terulang kembali serta memprioritaskan perlindungan terhadap korban dengan memberi pendampingan yang dibutuhkan,

Disisi lain secara tegas menyatakan peristiwa ini merupakan tindakan personal atau individu yang sama sekali tidak mencerminkan nilai, ajaran, maupun kebijakan pesantren maupun keluarga Pengasuh.

​Pesantren Nurul Karomah menghimbau publik untuk memberikan ruang kepada aparat penegak hukum agar bekerja secara objektif dan profesional, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

​Klarifikasi ini menjadi penanda bahwa pihak pesantren merespons serius kasus yang telah menjadi perhatian publik setelah viral di berbagai platform media sosial.

Bupati Bangkalan Apresiasi JI-POL, Sentil Aktivis yang “Latah” Tanpa Kajian Mendalam

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *