Surabaya, – Kesadaran menjaga kesehatan mental dinilai perlu dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar edukasi kesehatan mental bagi ibu rumah tangga dan Kader Surabaya Hebat (KSH) RW 05 Kelurahan Sidosermo, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (14/7/2026) itu mengangkat tema “Sehat dan Selaras dengan Mind-Body Healing”. Selain penyampaian materi, peserta juga diajak mempraktikkan sejumlah teknik relaksasi untuk membantu mengelola stres dan menjaga keseimbangan antara tubuh, pikiran, serta emosi.
Narasumber kegiatan, Imron Rosadi, menjelaskan bahwa kesehatan mental dan kesehatan fisik saling berkaitan. Menurutnya, tekanan emosional yang berlangsung dalam waktu lama dapat memicu respons stres melalui sistem Hypothalamic-Pituitary-Adrenal (HPA) Axis.
“Kondisi tersebut membuat tubuh berada pada fase fight, flight, atau freeze. Jika berlangsung terus-menerus, dampaknya bisa berupa kecemasan, gangguan tidur, gangguan pencernaan, nyeri kronis, burnout, hingga menurunnya daya tahan tubuh,” ujarnya.
Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan dengan pendekatan Mind-Body Healing, yakni serangkaian teknik sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri. Beberapa di antaranya meliputi latihan pernapasan untuk membantu relaksasi, meditasi mindfulness, gerakan tubuh ringan guna meningkatkan body awareness, latihan self-compassion melalui afirmasi positif, hingga visualisasi untuk membangun ketenangan batin.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi. Selain mempraktikkan latihan relaksasi, mereka juga berdiskusi mengenai tantangan menjaga kesehatan mental di tengah aktivitas sebagai ibu rumah tangga maupun kader masyarakat.
Koordinator Program Edukasi Kesehatan Mental, Aulia Salsabila, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kesehatan mental merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh.
“Melalui edukasi ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memahami pentingnya kesehatan mental, tetapi juga mampu menerapkan teknik-teknik sederhana yang telah dipraktikkan bersama. Harapannya, ibu-ibu dan Kader Surabaya Hebat dapat menjadi agen yang menyebarkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” kata Aulia.
Menurutnya, ibu rumah tangga dan Kader Surabaya Hebat dipilih sebagai sasaran kegiatan karena memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus menjadi penggerak berbagai aktivitas sosial di lingkungan tempat tinggal.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel berharap edukasi kesehatan mental dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesejahteraan psikologis, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat, harmonis, dan saling mendukung.


Comment