Pasuruan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 123 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar pelatihan digital marketing dan branding produk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Balai Desa Pohgedang, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.
Program tersebut dilaksanakan berdasarkan hasil observasi mahasiswa KKN yang menunjukkan bahwa Desa Pohgedang memiliki berbagai potensi usaha, mulai dari keripik pisang, keripik singkong, hingga produk kerajinan. Namun, sebagian besar pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam pemanfaatan teknologi digital, strategi pemasaran, dan penguatan identitas produk.
Kepala Desa Pohgedang, Misroji, membuka kegiatan sekaligus menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN dalam mendukung pengembangan UMKM di desanya.
Sebagai narasumber, mahasiswa KKN menghadirkan Suhenik, pelaku UMKM asal Desa Pohgedang yang mengembangkan usaha Hanys Craft hingga mampu menjangkau pasar internasional. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai peluang untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Menurut Suhenik, kualitas produk saja belum cukup untuk memenangkan persaingan. Pelaku UMKM juga perlu membangun identitas atau branding melalui desain, warna, kemasan, hingga cerita yang melekat pada produk.
“Mengapa harus mencoba jualan online? Karena kita tidak perlu mengeluarkan biaya sewa tempat seperti ketika berjualan di pasar. Selain itu, produk memiliki peluang dilihat oleh lebih banyak orang sehingga potensi penjualannya juga semakin besar,” ujarnya.
Selain penyampaian materi, peserta mengikuti sesi praktik dan pendampingan bersama mahasiswa KKN. Dalam sesi tersebut, peserta dibimbing membuat akun toko di platform Shopee serta berdiskusi mengenai berbagai kendala yang dihadapi dalam mengelola toko daring. Pendampingan ini diharapkan membantu peserta menerapkan materi yang diperoleh secara langsung dalam pengembangan usaha mereka.
Menutup sesi pelatihan, Suhenik mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menjalankan usaha, baik secara luring maupun daring.
“Kunci dari kesuksesan, baik penjualan offline maupun online, adalah konsisten,” katanya.
Pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, dan berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam mengembangkan usaha di era digital.
Salah seorang peserta, Aliya, menilai kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi pelaku UMKM di Desa Pohgedang.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena banyak hal yang sebelumnya belum kami ketahui. Saya berharap masyarakat Desa Pohgedang dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran, serta ada pendampingan lanjutan agar kami bisa terus belajar dan mengembangkan usaha,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pohgedang, Misroji, berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat memberikan dampak nyata terhadap perkembangan UMKM di wilayahnya.
“Semoga pelatihan ini membantu usaha-usaha kecil di Desa Pohgedang berkembang lebih baik sehingga pendapatan pelaku UMKM meningkat dan berdampak positif terhadap perekonomian desa,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 123 UIN Sunan Ampel Surabaya berharap pelaku UMKM Desa Pohgedang semakin siap memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran. Sinergi antara pemerintah desa, pelaku UMKM, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat potensi lokal sehingga produk-produk unggulan Desa Pohgedang memiliki daya saing yang lebih luas dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Comment