Surabaya – Musyawarah Wilayah (Muswil) II Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Jawa Timur yang digelar di Graha Zabalnur, Surabaya, Jumat (26/6/2026), kembali menetapkan Ismail A. Rahim, S.Ag., M.Si. sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Jawa Timur periode 2026–2029.
Keputusan tersebut dihasilkan melalui mekanisme musyawarah mufakat yang diikuti 85 peserta, masing-masing lima delegasi dari 17 kabupaten/kota di Jawa Timur. Terpilihnya kembali Ismail menjadi bentuk kepercayaan kader untuk melanjutkan konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat peran Pemuda Muslimin Indonesia sebagai organisasi otonom Sarekat Islam dalam membangun generasi muda yang berdaya saing dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Muswil II mengusung tema “Transformasi Pemuda Muslim Jawa Timur: Memperkuat Konsolidasi Organisasi sebagai Penggerak dan Pendobrak Ekonomi Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045.”
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur, Dewan Sarekat Islam Jawa Timur, Ketua Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia, Sekretaris Pimpinan Besar, serta Ketua Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia.
Dalam kepemimpinan periode 2026–2029, Ismail menetapkan sejumlah program prioritas, yakni penguatan kaderisasi, pemberdayaan ekonomi pemuda, dakwah digital, penguatan UMKM, kolaborasi strategis dengan pemerintah, pengembangan kepemimpinan generasi muda, serta transformasi digital organisasi.
Salah satu target utama kepengurusan baru adalah membentuk kepengurusan Pemuda Muslimin Indonesia di seluruh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur sebagai langkah memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat daerah.
“Kami ingin Pemuda Muslimin Indonesia hadir dan aktif di seluruh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Organisasi ini harus menjadi rumah kader yang mampu melahirkan pemimpin muda berintegritas, mandiri secara ekonomi, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan umat dan bangsa. Semangat perjuangan Sarekat Islam harus terus kita hidupkan melalui kaderisasi, dakwah, pemberdayaan ekonomi, dan pengabdian nyata kepada masyarakat,” ujar Ismail.
Selain memperluas jaringan organisasi, pihaknya juga akan mendorong digitalisasi sebagai bagian dari transformasi organisasi agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Digitalisasi bukan sekadar memanfaatkan media sosial, tetapi membangun tata kelola organisasi yang modern, efektif, dan transparan. Di sisi lain, kami ingin menghadirkan dakwah digital yang mencerahkan, memperkuat literasi masyarakat, mendampingi UMKM agar naik kelas melalui teknologi digital, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak. Organisasi harus mampu memberikan dampak, baik bagi kader maupun masyarakat,” tambahnya.
Ia menilai bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045 harus menjadi momentum bagi lahirnya generasi muda Muslim yang tidak hanya kuat secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia Dr. Usep Nukliri dalam sambutannya menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam pengembangan organisasi karena menjadi salah satu basis besar gerakan Sarekat Islam di Indonesia.
“Sarekat Islam sejak awal berdiri telah meletakkan fondasi perjuangan pada tiga pilar utama, yaitu keislaman, kebangsaan, dan kemandirian ekonomi umat. Nilai-nilai itu harus terus diterjemahkan oleh Pemuda Muslimin Indonesia dalam bentuk gerakan yang relevan dengan tantangan zaman. Kami berharap kepengurusan baru di Jawa Timur mampu memperkuat konsolidasi hingga tingkat daerah, memanfaatkan transformasi digital untuk memperluas dakwah dan kaderisasi, serta melahirkan kader-kader pemimpin yang mampu menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Melalui kepengurusan baru tersebut, Pemuda Muslimin Indonesia Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk memperkuat organisasi hingga seluruh kabupaten/kota, memperluas pemberdayaan ekonomi umat, mengembangkan ekosistem dakwah digital, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat sebagai bagian dari kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.


Comment