Jawa Timur
Home » Berita » Tiga Bintang dari Jawa Timur Bersinar Abadi: Gubenur Khofifah Indar parawansa Tersipu Haru

Tiga Bintang dari Jawa Timur Bersinar Abadi: Gubenur Khofifah Indar parawansa Tersipu Haru

Oplus_131072

SURABAYA, linejatim – Jawa Timur kembali mengukir sejarah kebanggaan nasional. Tepat pada peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025), Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada tiga tokoh besar asal provinsi ini,

KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Syaikhona Muhammad Kholil, dan pejuang buruh, Marsinah.

​Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi yang mendalam, menyebut anugerah ini sebagai pengakuan negara atas ketulusan perjuangan mereka dalam menegakkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kebangsaan.

​”Ini bukan hanya penghormatan negara, tetapi pengakuan atas keberanian moral dan ketulusan perjuangan beliau dalam menegakkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kebangsaan,” ujar Khofifah di Surabaya.

​Penetapan ketiga tokoh ini mencerminkan dimensi perjuangan yang beragam, meliputi agama, kenegaraan, dan hak-hak sosial.

Geruduk Polres, Para Kepala Desa di Bangkalan Tuntut Penuntasan Sindikat Pencurian Sapi

​1. Gus Dur: Pejuang Kemanusiaan Lintas Batas
​Sebagai Presiden ke-4 RI dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Gus Dur dikenang sebagai sosok humanis, pluralis, dan konsisten memperjuangkan demokrasi serta kemanusiaan universal.

​Khofifah menekankan bahwa perjuangan Gus Dur melampaui batas-batas kelompok. “Gus Dur pahlawan yang memperjuangkan kemanusiaan universal bahwa setiap manusia, siapa pun dia, berhak mendapatkan penghormatan yang sama di mata Tuhan dan negara,” tegasnya.

​2. Syaikhona Kholil: Cahaya Spiritual dari Madura
​Dari Pulau Madura, Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan diakui sebagai guru agung yang melahirkan para pendiri pesantren besar, termasuk KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, pendiri NU.

​Peran beliau di masa penjajahan sangat vital, yakni menanamkan semangat cinta tanah air sebagai bagian dari iman (hubbul wathan minal iman) dan menggerakkan kesadaran spiritual nasional di kalangan santri dan ulama. Khofifah menyebutnya sebagai “sumber cahaya spiritual dan intelektual dari Madura yang menerangi bangsa.”

​3. Marsinah: Ikon Keteguhan Buruh
​Marsinah, buruh perempuan asal Nganjuk, kini resmi menjadi simbol nasional perlawanan terhadap ketidakadilan dan pelanggaran hak-hak pekerja. Wafatnya secara tragis pada tahun 1993 menjadikannya ikon pergerakan yang tak terpadamkan.

Pencurian Sapi Terjadi di Bangkalan, Warga Tanah Merah Kembali Resah

​“Marsinah adalah cerminan semangat perempuan Jawa Timur yang teguh, berani, dan tulus memperjuangkan kebenaran. Ia mengajarkan bahwa perjuangan untuk keadilan sosial tidak selalu dengan jabatan tinggi, tapi dengan keberanian dan keteguhan hati,” tutur Khofifah, menyanjung keberanian sang pahlawan pekerja.

​Gubernur Khofifah menutup pernyataannya dengan harapan agar penganugerahan ini menjadi momentum penting bagi generasi muda Jawa Timur.

​”Jawa Timur patut berbangga karena dari tanah ini lahir tokoh-tokoh besar yang memberikan makna sejati tentang arti perjuangan. Semoga semangat Gus Dur, Syaikhona Kholil, dan Marsinah menginspirasi generasi penerus untuk terus bergerak, melanjutkan perjuangan dengan cara-cara damai, bermartabat, dan berkeadilan,” pungkas Khofifah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *