Surabaya, linejatim – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi melantik 580 Pejabat Administrator dan Pengawas. Pelantikan masif yang digelar di Gedung Negara Grahadi pada Sabtu (22/11/2025).
Pelantikan ini merupakan langkah cepat Pemprov Jatim untuk mengisi kekosongan, mengingat 2.836 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan pensiun di tahun 2025.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah secara khusus meminta 246 Pejabat Administrator dan 334 Pejabat Pengawas yang baru dilantik ini untuk segera mengoptimalkan kinerja, Ini menjadi sangat krusial sebab Pemerintah Provinsi Jawa Timur sedang menghadapi tantangan signifikan berupa pengurangan kemampuan fiskal sekitar Rp7 triliun.
”Maksimalkan seluruh energi untuk menjalankan tugas dan pengabdiannya terbaik,” ujar Khofifah.
Menghadapi keterbatasan anggaran ini, Khofifah menuntut para pejabat baru bekerja dengan pola pikir dinamis, terukur, cepat, dan profesional. Mereka harus mampu bekerja lebih efisien dan kreatif dalam pengelolaan anggaran, memastikan program-program prioritas tetap berjalan tanpa penurunan kualitas pelayanan publik.
Pendekatan kunci yang ditekankan adalah fasilitasi ekonomi, seperti misi dagang, untuk terus menggerakkan perekonomian daerah di tengah keterbatasan sumber daya.
Selain efisiensi anggaran, Khofifah juga mengajak seluruh pejabat untuk mengimplementasikan filosofi kerja “JATIM BISA” yang merupakan singkatan dari Berdaya, Inklusif, Sinergis, Adaptif.
Filosofi ini menjadi panduan baru dalam pembangunan. Lebih lanjut, Gubernur menggarisbawahi peran strategis Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara, mendorong sinergi kuat dengan wilayah Indonesia Timur.
Khofifah juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap isu global, seperti potensi pengembangan carbon trading menuju net zero emission sebuah konsep yang ia pelajari dari program RISING Fellowship.
Pelantikan yang dibagi menjadi tiga sesi ini menegaskan komitmen Gubernur Khofifah untuk memperkuat struktur birokrasi dan meningkatkan efisiensi pelayanan di tengah kondisi fiskal yang menantang, sekaligus mendorong visi pembangunan yang adaptif dan berwawasan global.


Comment