BANGKALAN, linejatim – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bangkalan mulai mempersipakan langkah trategisnya untuk menyongsong perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Hal ini ditandai dengan digelarnya Rapat Kerja (Raker) bersama seluruh cabang olahraga (cabor) binaan di Graha STKIP PGRI Bangkalan, Sabtu (4/4/2026).
Rapat kerja yang mengusung tajuk “Terarah, Terukur, dan Berkelanjutan” ini menjadi atensi khusus untuk meningkatkan komitmen serta keseriusan para pengurus cabor maupun KONI. Tujuannya adalah menyelaraskan seluruh visi dan misi yang telah dirancang oleh para wakil ketua bidang, sehingga dapat menjadi kompas pembinaan atlet dalam beberapa tahun ke depan.
Ketua Umum KONI Bangkalan, Tajul Anwar, mengungkapkan pandangan menarik terkait peta kekuatan olahraga di daerahnya saat ini. Dirinya mengakui bahwa tantangan klasik berupa keterbatasan anggaran masih membayangi. Tahun ini, KONI Bangkalan mengelola dana sekitar Rp1,5 miliar.
Namun, Tajul menegaskan bahwa uang bukan satu-satunya penentu prestasi. Ia melihat adanya pergeseran positif pada fundamental olahraga di Bangkalan, yakni kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Kalau kita berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, kita sering punya anggaran tapi kesulitan mencari atlet dan pelatih yang siap. Sekarang kondisinya berbalik. Meski anggaran terbatas, kekuatan kita justru terletak pada ketersediaan atlet yang melimpah dan pelatih yang jauh lebih siap,” ujar Tajul dengan nada optimistis.
Fokus utama Raker kali ini adalah mematangkan kesiapan teknis, mulai dari intensitas latihan hingga optimalisasi sarana pendukung. Tajul berharap, dengan SDM yang sudah “matang”, setiap cabor mampu menyusun program yang lebih presisi agar target di Porprov Surabaya 2027 bukan sekadar partisipasi, melainkan prestasi nyata.
Melalui sinergi yang lebih erat antara KONI dan cabor, Bangkalan berupaya membangun ekosistem olahraga yang sehat. Targetnya jelas, menciptakan aliran bibit atlet berprestasi yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat regional, tetapi juga konsisten mengharumkan nama daerah di level nasional.
Dengan berakhirnya Raker ini, seluruh elemen olahraga di Bangkalan kini memiliki mandat baru untuk bergerak lebih lincah, membuktikan bahwa keterbatasan finansial dapat dikalahkan oleh kematangan strategi dan dedikasi para atlet.


Comment