SURABAYA, linejatim – Semangat perjuangan tokoh besar bangsa H.O.S. Cokroaminoto di Kota Pahlawan Surabaya kembali bergemuruh. Pasalnya wilayah ini resmi menjadi pilihan utama perhelatan akbar Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam yang ke-42.
Sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju puncak acara yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober 2026 di Asrama Haji Surabaya, jajaran panitia menggelar audiensi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, (7/10/2026)
Audiensi ini dipimpin langsung oleh Dr. H. Basa Alim Tualeka, M.Si. (Ketua Panitia Lokal Kongres Nasional) Dr. Faiz Hasyim, M.Pd.(Sekretaris Panitia Lokal Kongres Nasional) Novan Mahendra P., SH, MH. (Wakil Ketua Panitia Lokal Kongres Nasional) M. Sulthon Fuadi (Ketua PERISAI JATIM) Alfiyatussholichah, M.PSDM. (Ketua WSI Jatim) Dra. Nunuk Sudarwati (WSI Jatim)
Dalam pertemuan tersebut, Dr. H. Basa Alim Tualeka menyampaikan bahwa tujuan utama audiensi ini adalah mempererat tali silaturahmi sekaligus memohon dukungan penuh dari Kejati Jawa Timur demi kesuksesan dan kelancaran jalannya Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam ke-42.
”Kehadiran kami bersama panitia lokal kongres ini bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus melaporkan kepada pihak Kejati bahwa di surabaya akan menjadi tuan rumah agenda nasional oleh karenanya kami meminta dukungan penuh agar kegiatan tersebut sukses serta membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa,” kata Dr. Basa Alim.
Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Luhur Istighfar, S.H., M.Hum. bersama Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Adnan Sulistiyono, S.H., M.H. menyambut baik dan memberi apresiasi atas sinergitas yang dilakukan oleh para panitia lokal kongres tersebut, Dirinya memberi dukungan penuh dan harapan serta doa, Mengingat pentingnya peran historis serta kontribusi Syarikat Islam dalam mengawal persatuan dan pembangunan bangsa sejak era pra-kemerdekaan hingga hari ini.
Dipilihnya Kongres Majlis Tahkim di Kota Pahlawan
Jawa Timur atau yang dikenal denga julukan Gerbang Baru Nusantara bukan tanpa alasan. Kota ini menyimpan memori historis yang sangat kuat sebagai basis pergerakan nasional, khususnya tempat di mana “Raja Jawa Tanpa Mahkota” H.O.S. Cokroaminoto menempa para pemikir besar bangsa di kediamannya di Peneleh, Surabaya.
Melalui Kongres ke-42 ini, Syarikat Islam bertekad meneguhkan kembali peran strategisnya dari Jawa Timur sebagai beranda depan dan gerbang kemajuan Nusantara di era modern.


Comment