Jawa Timur Sosial
Home / Jawa Timur / Sosial / Pemuda Muslimin Indonesia Jatim Siapkan Konsolidasi 38 Daerah, Bidik Peran Strategis dalam Kebijakan Publik

Pemuda Muslimin Indonesia Jatim Siapkan Konsolidasi 38 Daerah, Bidik Peran Strategis dalam Kebijakan Publik

SURABAYA – Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan peran pemuda dalam pembangunan daerah. Dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, sebanyak 16 kepengurusan cabang telah terbentuk, sementara wilayah lainnya menjadi sasaran prioritas konsolidasi kepengurusan baru.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Jawa Timur, Ismail A. Rahim, M.Si., dalam pelantikan pengurus wilayah yang dirangkaikan dengan talkshow bertema “Shaping the Future: Strategic Leadership in the Disruption Era” di Graha Zabalnur, Jumat (9/10/2026).

Ismail menegaskan, pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan titik awal bagi pemuda Muslim untuk mengambil peran yang lebih aktif dan strategis dalam mengawal pembangunan serta jalannya pemerintahan di Jawa Timur.

Menurutnya, kontribusi pemuda perlu diperluas ke berbagai sektor, mulai dari perumusan kebijakan publik, penguatan ekonomi, hingga keterlibatan dalam menjawab persoalan masyarakat.

Mahfud MD Nilai Pembentukan Wantimpres oleh Presiden Prabowo Langgar Undang-Undang

“Momentum sakral ini menjadi titik awal bagi pemuda Muslim untuk mengambil peran strategis dan aktif mengawal jalannya pemerintahan di Jawa Timur, mulai dari perumusan kebijakan, sektor ekonomi, hingga berbagai lini kepentingan masyarakat,” ujar Ismail.

Ia menjelaskan, penguatan struktur organisasi menjadi salah satu pekerjaan mendesak setelah kepengurusan wilayah dikukuhkan. Dengan baru terbentuknya sekitar 16 kepengurusan cabang, perluasan jaringan organisasi dinilai penting agar gerakan Pemuda Muslimin Indonesia dapat menjangkau lebih banyak daerah dan masyarakat.

Konsolidasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembentukan struktur formal, tetapi juga mampu melahirkan kader yang aktif, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta berkontribusi nyata dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik daerah.

Kepemimpinan Harus Melahirkan Perubahan

Pesan mengenai pentingnya perubahan organisasi juga disampaikan Dewan Fatwa Wilayah, Prof. H. Achmad Subagio, M.Agr., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kepemimpinan harus berorientasi pada kemajuan dan mampu mendorong lahirnya gerakan baru.

Ia mengawali sambutannya dengan sebuah pantun yang menggambarkan pentingnya cinta dan kebersamaan sebagai landasan perjuangan.

Kembali ke Jatim, Irjen Dekananto Resmi Jabat Kapolda Baru

“Kalau tidak ada setetes tinta, maka tidak akan tercipta sebuah puisi. Begitu pula jika tidak ada cinta, kita tidak akan berkumpul di pelantikan ini,” ungkapnya.

Menurut Achmad Subagio, inti kepemimpinan adalah menciptakan perubahan dan kemajuan di berbagai lini kehidupan organisasi. Karena itu, ketua dan seluruh jajaran pengurus diharapkan mampu membangun gerakan yang lebih progresif, memperkuat kaderisasi, serta menghadirkan kontribusi yang relevan dengan tantangan zaman.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan semangat perjuangan yang diwariskan para tokoh pergerakan nasional, termasuk H.O.S. Tjokroaminoto.

Bagi Pemuda Muslimin Indonesia, nilai-nilai perjuangan tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kerja nyata, bukan sekadar menjadi bagian dari catatan sejarah. Semangat itu diharapkan terus hidup melalui penguatan organisasi, pengembangan kapasitas kader, dan keterlibatan aktif dalam menjawab persoalan masyarakat.

Menyiapkan Pemimpin di Era Disrupsi

Rangkaian pelantikan dan talkshow ini mengangkat tema “Shaping the Future: Strategic Leadership in the Disruption Era”, yang menempatkan kepemimpinan strategis sebagai salah satu isu penting bagi generasi muda.

Sambut Kongres SI ke-42, Panitia Lokal Jatim Perkuat Sinergi Bersama Kejati

Di tengah perubahan sosial, ekonomi, politik, dan teknologi yang berlangsung cepat, organisasi kepemudaan dituntut untuk beradaptasi, membangun pola kerja kolaboratif, serta memperkuat kapasitas kader agar mampu membaca kebutuhan masyarakat.

Melalui momentum ini, Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Jawa Timur diharapkan tidak hanya memperkuat struktur internal, tetapi juga membangun orientasi gerakan yang lebih terukur dan berdampak.

Penguatan konsolidasi di 38 kabupaten/kota, peningkatan kualitas kader, dan perluasan kontribusi dalam pembangunan daerah menjadi agenda penting untuk mewujudkan organisasi kepemudaan yang responsif terhadap tantangan zaman.

Dengan demikian, pelantikan pengurus wilayah ini menjadi langkah awal untuk menghubungkan semangat perjuangan organisasi dengan kebutuhan masyarakat Jawa Timur hari ini dan masa depan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *