SUMENEP, linejatim – Di tengah keriuhan perjalanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), sebuah kabar menyejukkan datang dari ujung timur Pulau Madura. Kalianget bukan sekadar titik lintasan, ahun ini, ia menjadi tempat pulang sementara yang penuh kehangatan bagi para musafir,
Kantor Urusan Agama (KUA) Kalianget bersama Masjid Al-Hasanah di Kalianget Barat dan Masjid At-Taqwa di Kalianget Timur, telah berbenah. Mulai 24 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, kedua rumah ibadah ini resmi bertransformasi menjadi Masjid Ramah Pemudik.
Bagi para pengemudi yang lelah atau keluarga yang butuh jeda sejenak, masjid-masjid ini membuka pintu lebar-lebar selama 24 jam penuh, Fasilitas yang ditawarkan pun sangat menyentuh kebutuhan dasar di perjalanan, sudut pengisian daya ponsel agar komunikasi tetap terjaga, kamar mandi yang bersih, hingga ketersediaan air minum dan air hangat gratis bagi mereka yang ingin menyeduh kopi pengusir kantuk.
“Masjid kami sudah terbiasa menjadi saksi lelahnya para musafir yang menempuh perjalanan jauh,” ungkap Rifa’ie, Takmir Masjid At-Taqwa. Bersama Rahmad Ramli dari Masjid Al-Hasanah, mereka berkomitmen menjadikan masjid sebagai ruang yang inklusif dan melayani, memastikan tidak ada pemudik yang merasa sendirian di tengah perjalanan malam yang dingin.
Gerakan di Kalianget ini merupakan bagian dari gerakan besar Kementerian Agama yang menyiagakan 6.919 Masjid Ramah Pemudik di seluruh penjuru Indonesia, Sebuah ikhtiar untuk memastikan bahwa perjalanan akhir tahun masyarakat tidak hanya soal sampai ke tujuan, tapi juga tentang kenyamanan, keamanan, dan keselamatan yang terjaga di setiap perhentian.
Kini, bagi siapapun yang melintasi Kalianget, Masjid Al-Hasanah dan At-Taqwa bukan lagi sekadar bangunan berkubah, melainkan “rumah kedua” yang siap memulihkan energi sebelum kembali melanjutkan perjalanan menemui orang-orang tersayang.
#Jojo


Comment