BANGKALAN linejatim – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cabang Bangkalan, Tajul Anwar, menegaskan bahwa mencetak atlet tenis meja berprestasi yang disegani lawan bukanlah perkara instan. Tetapi, dibutuhkan dedikasi dan waktu yang panjang, kurang lebih 10 hingga 25 tahun, untuk membentuk mental pemain menjadi atlet andalan dan profesional.
Pernyataan tersebut disampaikan Tajul usai menghadiri pembukaan Turnamen Tenis Meja dr. Prima Cup I yang mencakup kategori pelajar se-Kabupaten Bangkalan dan Divisi 5 se-Jawa Timur di Bangkalan Plaza Mall, Sabtu (7/2/2026).
Tajul menjelaskan bahwa pembinaan cabang olahraga (cabor) tenis meja harus dilakukan sejak usia dini dan berjalan secara berkelanjutan. Dirinya optimis melihat tingginya animo masyarakat Bangkalan terhadap olahraga tersebut.
”Potensi atlet pingpong itu ada. Namun pertanyaannya, apakah atlet yang bersangkutan memiliki prestasi yang menjanjikan atau tidak? Karena prestasi adalah dasar utama pemilihan atlet,” tegas mantan anggota KPU Bangkalan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama dirinya menegaskan bahwa cabang olahraga tenis meja memiliki potensi besar untuk bersaing diajang Popda dan Porprov, sehingga KONI Bangkalan benar benar memberlakukan seleksi yang sangat ketat guna memastikan hanya atlet dengan kualitas terbaik yang berhak mewakili daerah.
Sementara Ketua PTMSI Cabang Bangkalan, Dr. Prima, menjelaskan bahwa turnamen ini berlangsung selama dua hari di akhir pekan ini (7–8 Februari 2026). Perhelatan ini menjadi tonggak baru dengan adanya perubahan identitas turnamen yang kini mengusung nama dr. Prima Cup.
Turnamen ini dirancang untuk menjaring bibit atlet muda sekaligus menjadi ajang kompetisi profesional:
Sabtu, 7 Februari 2026: Fokus pada pembinaan usia dini dengan menggelar kompetisi antar-pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Bangkalan yang diikuti oleh 64 peserta.
Minggu, 8 Februari 2026: Memasuki level yang lebih luas, akan digelar turnamen Divisi 5 Jawa Timur untuk kategori umum. Sebanyak 92 atlet dari 38 kabupaten/kota se-Jatim dipastikan akan bersaing memperebutkan gelar juara.
Untuk menjamin kualitas pertandingan dan sportivitas, panitia menerapkan sistem kompetisi penuh, di mana setiap peserta dipastikan akan saling berhadapan satu sama lain.
Mengenai perubahan nama dari yang sebelumnya dikenal sebagai Cerelia Cup menjadi dr. Prima Cup, dr. Prima menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari masa transisi untuk membangun kedekatan emosional dengan warga setempat.
Dirinya menekankan bahwa perubahan ini murni bertujuan agar event ini lebih familiar dan dicintai masyarakat Bangkalan, bukan sekadar urusan popularitas pribadi.
“Komitmen kami adalah konsistensi. Turnamen antar-pelajar se-Bangkalan akan kami gelar rutin setiap enam bulan sekali, sementara untuk kategori Divisi 5 umum akan menjadi agenda tahunan,” tutup dr. Prima.


Comment