Jawa Timur
Home » Berita » Kawal Demokrasi dari Desa, GP Ansor Benculuk Gandeng Bawaslu Cetak Kader Pengawas Partisipatif

Kawal Demokrasi dari Desa, GP Ansor Benculuk Gandeng Bawaslu Cetak Kader Pengawas Partisipatif

BANYUWANGI, linejatim – Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Benculuk menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga integritas demokrasi di tingkat akar rumput. Hal ini diwujudkan melalui gelaran silaturahmi dan diskusi publik bertajuk “Optimalisasi Peran Organisasi Pemuda dalam Pendidikan Politik Masyarakat” yang dihelat di Aula Yayasan Baiturrohim, Kemloso, Kecamatan Cluring, Jumat (9/01/2025) malam.

​Acara yang berlangsung khidmat ini mempertemukan semangat kepemudaan dengan fungsi pengawasan formal. Hadir dalam forum tersebut perwakilan Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, tokoh masyarakat, serta puluhan kader Ansor yang siap menjadi motor penggerak literasi politik di tengah warga.

Ketua PR GP Ansor Benculuk, Nuril Wijayanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan edukasi politik yang sehat. Menurutnya, Ansor harus hadir sebagai solusi atas minimnya pemahaman masyarakat mengenai pengawasan pemilu.

​“Kami tidak ingin pemuda Ansor hanya menjadi penonton dalam setiap momentum demokrasi. Kami mendorong kader untuk terlibat aktif sebagai agen edukasi, sehingga masyarakat lebih paham tentang pengawasan partisipatif. Harapannya, pelaksanaan demokrasi kita benar-benar berjalan jujur dan adil tanpa gangguan praktik curang,” tegas Nuril.

​Lebih lanjut, Nuril menekankan bahwa penguatan literasi politik di desa-desa sangat krusial untuk membentengi warga dari praktik politik uang (money politics) dan penyebaran hoaks yang kerap merusak tatanan sosial saat pemilu.

Geruduk Polres, Para Kepala Desa di Bangkalan Tuntut Penuntasan Sindikat Pencurian Sapi

Gayung bersambut, Komisioner Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Untung Apriliyanto, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif mandiri dari GP Ansor Benculuk. Ia menilai langkah ini sangat membantu tugas Bawaslu dalam memperluas jangkauan pengawasan.

​”Pemuda adalah pilar penting. Kami merasa sangat terbantu karena kesadaran politik tidak bisa tumbuh hanya dari atas, tapi harus dimulai dari inisiatif kelompok pemuda seperti Ansor yang peduli terhadap proses politik yang bersih,” ungkap Untung di sela-sela diskusi.

​Senada dengan itu, dukungan juga datang dari Ketua Ranting NU Benculuk 2, Untung Mustofa, dan Ketua Takmir Masjid Baiturrohim, Furqon Fairuz. Keduanya sepakat bahwa kegiatan semacam ini merupakan ruang edukasi yang sangat berharga bagi warga desa.

​“Forum seperti ini sangat bermanfaat untuk membangun kesadaran kolektif. Kami berharap diskusi serupa bisa terus dirutinkan agar pemuda di desa memiliki bekal yang kuat dalam mengawal hak-hak politik masyarakat secara bertanggung jawab,” tutup Untung Mustofa.

​Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif mengenai teknis pelaporan pelanggaran pemilu, yang menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam memahami regulasi pengawasan demi terciptanya demokrasi yang bermartabat di Desa Benculuk.

Pencurian Sapi Terjadi di Bangkalan, Warga Tanah Merah Kembali Resah

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *